Tag Archive for matematika singapura

Buku Peganggan Pembelajaran Matematika Singapura

Matematika Singapura memiliki 6 buku sebagai pegangan pada setiap kelas di setiap semesternya. Keenam buku itu adalah

Buku 1 : Student Book

Buku ini digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran di kelas.

Buku 2 : Extra Practise

Buku ini digunakan untuk meningkatkan keterampilan atas penguasaan sebuah konsep

Buku 3 : Enrichment

Buku ini untuk memperluas pemahaman konsep yang sudah diajarkan. Buku ini diperuntukkan untuk anak yang sudah memahami konsep dan keterampilannya.

Buku 4 : Reteach

Buku ini digunakan bagi anak yang mengalami kesulitan dalam memahami sebuah konsep dengan lebih memantabkan konsep dasarnya.

Buku 5 : Asessment

Buku ini adalah buku evaluasi untuk mengukur sejauh mana sebuah konsep telah dipahami anak.

Buku 6 : Teaching Book

Sebuah buku panduan untuk guru agar mengajar sesuai dengan pedoman dan standar yang telah ditetapkan.

Sekolah di Amerika Ajarkan Metode Matematika Singapura

Matematika Singapura adalah kurikulum yang meniru cara matematika diajarkan di Singapura. Menurut Scott Baldrige, seorang pakar Matematika Singapura, “Ini adalah kurikulum yang membantu pelajar matematika di Singapura, melonjak prestasinya ke nomor satu sejak tahun 1990an hingga saat ini.”

Ia telah merancang program pelatihan bagi guru-guru matematika sekolah dasar yang ingin mengajarkannya. Ujarnya, Singapura sebelumnya mengimpor semua buku-buku pelajaran matematika dari negara-negara lain. Tetapi tahun 1980, mereka mulai mengembangkan kurikulum matematika sendiri, dengan mengutamakan konsep-konsep yang ingin mereka terapkan pada murid-murid mereka pada masing-masing tahap.

“Mereka tidak mencoba untuk menyelesaikan 50 topik dalam setahun. Mereka hanya mencoba menyelesaikan 14 topik, namun menyelesaikannya dengan sangat baik,” kata Baldrige.

Masing-masing topik, seperti penambahan, pengurangan sampai pecahan dan desimal, dipelajari dalam tiga langkah.

Matematika menjadi momok bagi banyak pelajar, termasuk di Amerika.

“Langkah pertama, cukup kongkrit, para guru mencoba melakukan sesuatu yang melibatkan pengukuran. Misalnya mereka meminta murid-muridnya mengukur pintu, jendela, dan lain-lain. Atau mereka menggunakan pecahan uang sebenarnya. Langkah kedua adalah melalui gambar. Kami mengganti nominal dengan gambar sejumlah koin. Langkah terakhir, para guru menggunakan gambar untuk menjelaskan proses matematikanya, seperti saat kita menambahkan 313 dengan 516. Ada prosedur langkah demi langkah yang kami ikuti,” jelas Baldrige.

Pengajar matematika, Gertie Walls, mulai mengajarkan Matematika Singapura kepada murid-muridnya beberapa tahun lalu. Ia telah menjadi guru matematika sekolah dasar selama hampir 30 tahun, dan menurutnya memperkenalkan kurikulum ini adalah pengalaman yang menyenangkan.

“Dulu saya terbiasa mengajar matematika dengan cara tradisional. Dengan diperkenalkannya Matematika Singapura ini, saya yakin anak-anak akan lebih mudah mempelajari matematika,” kata Walls.

Walls merupakan satu dari 32 guru yang menghadiri program pelatihan Matematika Singapura di Baker, Lousiana. Yang ia sukai dari kurikulum itu adalah karena lebih mengandalkan pada gambar, daripada kata-kata. Sehingga, murid-murid punya kesempatan untuk menemukan, daripada diajarkan, konsep-konsep matematika, dan dalam prosesnya, mereka belajar untuk berpikir secara matematis.

Sumber : http://www.voaindonesia.com

Problem Solving Based Learning – Singapore Mathematic

Matematika Singapura menjadikan Problem Solving sebagai dasar pembelajaran matematika di kelas. Inilah yang menjadi kelebihan matematika Singapura.

Pengajaran matematika selama ini sebagaimana yang digambarkan oleh Griffith dan Clyne (1994, h. 17) cenderung dikembangkan melalui pola pengajaran teori – contoh – latihan. Pola ini perlu ditinjau kembali sebab, pertama, sebagaimana yang dinyatakan oleh Groves (1989, h. 11) pengajaran matematika yang didasarkan pada “teori – contoh – latihan” hanya menyajikan suatu pandangan yang sempit tentang matematika, dan tidak pernah menyarankan bahwa mathematics is something done by people and it can be used in our real life. Alasan yang lain adalah, dari pandangan para constructivist, sebagaimana Burton (1992, h. 16) katakan bahwa proses belajar mengajar harus memungkinkan murid untuk mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri tentang matematika secara mendalam yang didasarkan pada apa yang mereka telah ketahui (previous knowledge) dari pada hanya sekedar melalui cara penyampaian yang formal.

 

Problem Solving Sebuah Alternatif

 

Istilah problem solving ada pada berbagai profesi dan disiplin ilmu dan memiliki pengertian yang berbeda. Problem solving dalam pengajaran matematika memiliki arti yang khusus (Branca, 1980, h. 3). ‘Problem solving dalam matematika adalah proses dimana seorang siswa atau kelompok siswa (cooperative group) menerima tantangan yang berhubungan dengan persoalan matematika dimana penyelesaiannya dan caranya tidak langsung bisa ditentukan dengan mudah dan penyelesaiannya memerlukan ide matematika’ (Mathematics Course Development Support Material 1989: Dikutip di Blane dan Evans, 1989, h. 367). Dalam problem solving, biasanya, permasalahan-permasalahan tidak tersajikan dalam peristilahan matematika. Permasalahan yang digunakan dapat diangkat dari permasalahan kehidupan nyata (real life situation) yang pemecahannya memerlukan ide matematika sebagai sebuah alat (tool).

 

Problem Solving dalam Pengajaran Kelas

Ada sejumlah alasan kuat mengapa problem solving perlu ditekankan sebagai aspek penting dan sangat berarti dalam menciptakan pengajaran matematika yang efektif. Alasan pertama adalah harapan untuk membuat matematika lebih dapat diterapkan (more applicable) dalam kehidupan murid diluar pengajaran kelas atau dalam situasi baru yang belum familiar (Penglley, 1989, h. 10). Alasan yang kedua adalah problem solving memberikan kesempatan (opportunities) dan dapat mendorong siswa berdiskusi tentang dengan siswa yang lainnya, yaitu pada proses menemukan jawab dari permasalahan (Gervasoni, 1998, h. 23). Alasan lebih lanjut mengapa pendekatan problem solving sangat berharga (valuable) adalah karena problem solving dapat mendorong murid untuk menyusun teorinya sendiri (their own theories), mengujinya, menguji teori temannya, membuangnya jika teori tersebut tidak konsisten dan mencoba yang lainya (NCTM 1989: Dikutip di Taplin, 2001).

Artikel berasal dari tulisan H. Mutadi, S.Pd., M.Ed.

Perbedaan Kurikulum Matematika Indonesia dan Singapura

Ilustrasi 1 : Kurikulum Indonesia

Seorang petani diberikan modal : ladang, alat pertanian dan benih. Lalu diberikan target-target tumbuhnya tanaman. Tentang cara menanam? Diserahkan semuanya kepada petani!

Ilustrasi 2 : Kurikulum Singapura

Seorang petani diberikan modal : ladang, alat pertanian dan benih. Lalu diberikan target-target tumbuhnya tanaman. Tentang cara menanam? Diberikan panduan lengkap, diberikan pendekatan terbaik untuk menanam.

 

Model Drawing di Matematika Singapura

Pengajaran Matematika Singapura merupakan pengajaran matematika terbaik di dunia karena memiliki instrumen yang lengkap dan terstruktur.

Salah satu metode yang dipakai adalah Model Drawing. Model ini merupakan  salah satu pendekatan CPA yang menjadi pendekatan Matematika Singapura.

Ada 8 langkah penggunaan Model Drawing yaitu

Read more

Bismillah …. Kami akan Belajar

Hari sabtu ini saya bersama temen-temen SD Al-Amanah mendiskusikan pembelajaran matematika di jepang dan matematika singapura. Kami berdiskusi untuk menemukan perbaikan pembelajaran matematika di SDAA. Alhamdulillah setelah kami berdiskusi, kami berkomitmen untuk mempraktekkan pembelajaran kedua negara tersebut dalam ruang kelas SDAA kelas bawah (kelas 1 sampai 3).

Kami akan  mendisain pembelajaran, mengevaluasi, dan menemukan kelebihan lokal yang dimiliki SDAA. Target kami di awal tahun ajaran depan, kami sudah memiliki koridor pembelajaran matematika.

Dengan mengucapkan bismillah …. kami akan belajar.